Tampilkan postingan dengan label Nia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Februari 2015

Happy 25th Birthday ArNia



It’s February 28, 2015, Ultah lo yang ke 25 Nia. Bukan maksud gue inget-ingetin umur atau gimana, yang jelas gue beneran nggak nyangka lo udah di mid20s gini. 25 jelas bukan usia remaja jadi gue pun nggak perlu ngasih-ngasih ceramah tentang apa-apa aja yang harus lo lakuin di umur segitu. Lo udah dewasa untuk menentukan ini itu. Gue pun, sebagai sahabat, sebagai orang yang pernah jadi bagian keluarga, nggak akan mengintervensi apa-apa yang udah jadi keputusan lo.
Emang sih, kita udah jarang ketemu. Komunikasi juga lagi jarang karena kalo gue nelfon atau sms lo, gue takut lo lagi sibuk atau apa. Bahkan di sosmed pun kita udah jarang banget saling sapa. Well, nggak papa lah sebenernya selama kita tetep support satu sama lain. Hape gue juga sering gue tinggal karena udah nggak ada lagi orang yang mau ngehubungin gue.
Anyway, walopun lo udah bisa ngurusin hidup lo sendiri, gue rasa gue masih berhak ngasih saran, ngasih harapan terbaik buat lo.

Rabu, 31 Desember 2014

December Hangout: Another Story of ‘The Innies’



Sebenernya gue bukan tipe orang yang mewajibkan hangout secara berkala. Apalagi keluar di musim liburan gini, malesin banget. Gue memang lebih suka hangout di hari-hari biasa, yang low seasons gitu deh. Selain lebih murah, jalanan juga nggak macet, lebih sepilah gampangnya. Beda banget kalo liburan pas high seasons, terutama liburan akhir tahun yang gue rasa adalah peak season of the year. Kayaknya semua orang tumpah ke jalan, berisik, ribet dan apa-apa dari mulai ongkos angkot sampe harga barang-barang pada mahal semua.
Tapi tanggal 29 kemaren merupakan pengecualian. Gue dengan senang hati keluar rumah untuk sekedar hangout dan ketemu temen yang udah deket banget layaknya keluarga yaitu Nia. Memang agak ribet sih karena kita hangoutnya nggak berangkat bareng-bareng karena gue di Bumiayu, Nia di Cilacap. Awalnya Nia ngajakin gue hangout pas tanggal 28-nya, tepat hari Minggu. Cuma, selain alasan weekend itu lebih mahal dan rame, ada beberapa alasan lain yang akhirnya membuat kita memilih Senin sebagai hari ketemuan kita setelah dua bulan lebih tak jumpa. Kita pun janjian ketemuan di MORO kalo udah pada sampe di Purwokerto. Kita memang memilih kota ‘ngapak’ itu.

Minggu, 30 November 2014

Ketika teman-teman ultah, gue…



Ghun Yanuar Ibrahim, 18 Januari 1991
Belum ngucapin selamat dan sebagainya, gue-dan teman-teman lain malah menodong dia untuk traktir kita makan duren duluan. Memang kurang ajar kita, tapi biar gimanapun, gue tak lupa ngucapin happy birthday ke mukanya dia langsung dan mendoakan dia bisa mendapatkan gebetannya. Simple banget.
Andani Azzahra, 14 Februari 1990
Dani mengundang gue makan cheese cake di rumahnya pas tengah malem. Hanya kita berdua dan suasananya kayak lagi nungguin ada yang kirim setoran. Dua jam kemudian gue baru ngucapin happy birthday secara resmi dan mendoakan agar dia nggak kejerat playboy lagi. Gue langsung di sambar nampan bekas minuman pas ngebahas hal itu. Untung nampannya bisa gue tangkep.
Arnia Nur Azizah, 28 Februari 1990
Gue ngucapin happy birthday ke Nia malah telat sehari. Waktu itu pas tanggal 28-nya keadaan gue lagi nggak ada pulsa aja sebenernya. Gue cuma nge-tag Nia di facebook, ngucapin happy birthday dan nulis, nggak nyangka dia masih cocok menyandang sebutan ‘girl’ padahal udah 24 tahun. Gue juga berharap dia tetep tangguh seperti Nia yang biasanya.

Kamis, 27 November 2014

The Gangs of Mine



Kalo dilihat dari jauh, gue akan terlihat seperti cewe-cewe introvert yang nggak kenal dunia, selalu sendirian. Sebenernya nggak selalu, cuma gue emang lebih sering jalan sendiri. Entah kenapa begitu keadaannya. Gue sebenernya pengin lho jalan bareng temen-temen tapi nggak tau kenapa, nggak ada yang bisa gue ajakin atau paling nggak, ngajakin gue lah.
Tapi bukan berarti gue nggak punya temen. Walaupun gue sering jalan sendiri, ada kalanya gue juga jalan bareng sama anak-anak geng. Ya intensitasnya emang nggak banyak. Meskipun nggak sering jalan bareng, komunikasi mah banyak yang tetep jalan. Dan ngomongin geng, gue jadi pengin nostalgia dengan ngumpulin sederet geng mana aja yang berhasil gue ikutin. Atau gue rekrut.
1.      AADC Gang
Bukan Ada Apa dengan Cinta, tapi AADC ini singkatan dari “Andani, Annis Dan Citra”. Sebenernya gue kenal Dani-panggilan singkat Andani- dan Citra udah lama, tapi nama AADC Gang ini dibentuk tahun 2002, tepat film fenomenal AADC tayang. Dari film inilah kita bertiga sepakat manjangin rambut biar kaya Dian Sastro dan ngefans sama Nicholas Saputra. Sampai sekarang kita bertiga udah berhasil manjangin rambut, walaupun tetep, Dian Sastro masih jauh lebih cantik. Kita bertiga juga masih ngefans Nicholas Saputra yang ganteng dan cool-nya belum luntur-luntur.

Selasa, 12 Agustus 2014

A Simple Story about Simple 5



Tahun 2008 adalah tahun dimana gue pertama kalinya nge kos. Perasaan asing, exited (karena jauh dari tekanan orang rumah), was-was dan bingung campur aduk jadi satu kala itu. Belum lagi pikiran gue juga harus menyesuaikan diri dengan penghuni lama maupun penghuni baru lainnya. Singkat cerita, gue pun bisa lumayan bergaul dengan kakak-kakak cantik di sana. Gue juga berkenalan dengan empat penghuni baru lain yang resmi jadi keluarga gue saat itu.
Inilah kami simple 5. Kenapa simple 5? Nama itu terukir gitu aja di otak gue ketika gue ingin mendeskripsikan kita si lima orang ini jadi satu kata. Kita pribadi yang beda-beda, tapi gue sadar ada kesamaan yang menonjol diantara kita berlima. Kita anaknya sama-sama simple.
Berbeda dari temen seumuran kita saat itu, yang udah pada pake bedak setebel KBBI, kita masih pake sabun bayi. Ya tapi nggak lama setelah itu berubah lah sedikit. Tetep aja sih, seberubah apapun kita, image simple itu nggak pernah ilang. At least, itu dilihat dari sisi pandang gue.
Gue cuma lagi kangen sama mereka makanya gue nulis beginian. Lagipula, dengan cara begini, gue bisa memperkenalkan mereka pada dunia(???).
Berikut profile Simple 5

Kamis, 16 Januari 2014

I Long for My Lovely Second Family



There is no more Arnia who is the one and only unique-demurely style. Neither the absurd Diana who has a lot of confusing mind, I guess. There is no more loyalty Tia who gives me a family-like acts feeling and neither the tall Ika or kind-hearted Silvia who both are sensitive. May be I can’t find anymore Diah who is very active yet questionable and sometimes become weirdo. I do really miss them who give me beautiful family-friendship. Although I don’t know they feel the way I do.
I do believe sometimes we thought badly of each other. I also do think bad of them several times because of misunderstanding. Or maybe they’re all think bad of me all the time, it could be. But, I just realized one thing that all of you were precious and can’t be found whenever I try to find.