Minggu, 20 Oktober 2013

Film-Film Thailand Terfavorit



Gue suka film Thailand karena hampir semua film Thailand yang gue tonton bisa bikin perut gue mules karena selalu bikin ketawa. Selain itu, celetukan, dialog, dan ekspresi pemainnya juga nggak kalah hebohnya. Berbagai genre dari yang romance, komedi, horror sampe yang family udah gue lahap. Dan untuk sekian kalinya, gue menganggap film dari negara tetangga lebih hijau.
Berikut film yang bikin gue sedikit gila:

Suckseed

Dilihat dari alur ceritanya secara umum, Suckseed bukanlah film yang hebat. Yah, biasa banget, tentang band, tentang cinta dan persahabatan. Sangat banyak film remaja yang genrenya seperti itu. Yang membuat Suckseed beda dengan film-film remaja lain adalah karena kemasannya juara banget. Setiap dialog dan scene-scenenya terkesan alami, alay tapi wajar. Digambarkan remaja ya karakternya seperti itu, masalahnya ya kayak gitu, jadi bener-bener fun nontonnya. Kalau bisa dibeberkan secara implisit, entah berapa pesan moral yang bisa gue dapet dari film ini, nggak cuma persahabatan, nggak cuma cinta-cintaan dan nggak cuma kerja keras pantang menyerah, tapi juga tentang kasih sayang yang dilihat dari sisi remaja. Gue sangat suka si kembar Kay dan Koong yang kelihatannya suka berantem tapi tetep menonjolkan kasih sayang antar keduanya. Terus juga Ped yang sayang banget sama mamanya betapapun dia sering ngebohongin sang mama.


Gue juga sangat menikmati setiap tokohnya, entah itu Koong yang seenaknya, Ped yang diem banget dengan ekspresi muka kebeletnya, Ern yang manis tapi lawak abis, dan Ex yang luar biasa aneh dan gokil. Peran-peran lain yang porsinya lebih kecil seperti Thuang, temen mereka yang suka banget ngevidio semua kegiatan tapi usilnya juga nggak ketinggalan, anak-anak The Arena sampe orang dewasa di film ini juga oke. Secara keseluruhan, Suckseed itu menggambarkan kehidupan remaja yang bener-bener remaja. Nggak kayak film bergenre remaja lain yang gue tonton malah terkesan dewasa dan ribet banget. Enjoy nontonnya dan nggak bikin gue jadi gemeter-gemeter cheesy.
Yang paling gue suka tentu aja OST-nya terutama lagu ‘I Had Composed the Song’ yang dinyanyiin The Arena pas kompetisi Hotwave Music Awards, tapi lagu-lagu yang lain juga bagus.

ATM Error

Untuk film ini gue bahkan langsung ketawa di adegan pertama. Emang sih kelihatannya datar dan serius tapi kalo diliat-liat dengan seksama jadinya lawak membahana. Film ini emang setiap sudut lekuk tubuhnya komedi jadi ya nggak ada kata lain yang lebih tepat selain lucu dan gokil. Jalan ceritanya juga menarik yaitu tentang uang. Siapa di dunia ini yang nggak tertarik dengan uang? Secara umum, uang adalah kebutuhan primer selain cinta. Dan pembahasan tentang uang disini digambarkan secara unik. Gimana hubungan antar orang yang dari sahabat, pacar, keluarga bisa jadi pecah gara-gara uang. Emang nggak seserius itu sih masalah yang di ambil ATM error, tapi kurang lebih begitu.
Untuk karakter utamanya sendiri sebenarnya sangat biasa. Seorang laki-laki dan perempuan dengan kemampuan financial yang biasa juga. Tapi dengan yang biasa-biasa itu gue jadi nyaman nontonnya. Biasa tapi nggak cheesy.
Sebenarnya urusan alur juga nggak begitu special tapi entah kenapa nggak ketebak dimana semua tokohnya ternyata berhubungan. Adegan-adegan yang dibikin juga bikin gue jadi mabok karena kebanyakan ketawa. Sekali lagi, film ini recommended banget buat ditonton, bahkan berkali-kali ditonton tetep lucu.

The trek



The trek adalah film Thailand pertama yang gue tonton. Entah tahun berapa gue lupa yang jelas gue masih teenager unyu-unyu pas nonton nih film. Tegang banget. Apalagi film ini mucul pas lagi heboh-hebohnya film anaconda.  Bisa dibayangin lah kalo nonton film ular gede, jelek serem kaya gini tegangnya bagaimana.
Film ini bercerita tentang segerombol anak remaja yang lagi camping di sebuah hutan. Tapi sayangnya, keindahan hutan itu nggak sebanding dengan nyawa mereka yang bisa jadi dimakan anaconda yang jadi penghuni di sungai hutan tersebut.

Hello stranger

Film ini gue suka bukan karena settingnya di Korea. Gue suka karena alurnya biasa tapi ceritanya nggak biasa. Bahkan penonton nggak perlu tau nama tokoh-tokohnya tapi tetep bisa nyambung. Seperti yang gue bilang, alurnya masih biasa, tentang seroang cowok dan seorang cewek yang ketemu nggak sengaja terus berantem terus sering sama-sama akhirnya jatuh cinta. Yang menarik bagi gue ya karena film ini lucu, celetukan-celetukannya juga absurd dan bikin keselek. Memang sih endingnya terlalu hening, tapi malah bikin gregetan. Yang bikin nggak ketebak adalah dialog-dialognya. Saat lagi ngomong serius eh ternyata cuman bercanda dan itu dikemas dengan cara yang lawak. Gue suka banget.

Pee Mak Phrakanong


Thailand emang jago bikin film horror, baik yang genrenya horror murni yang bikin merinding semerinding-merindingnya sampe horror yang bisa bikin kita gemeteran bukan karena takut, tapi karena ketawa ngakak alias horror komedi. Salah banget gue nonton film ini di tempat umum, lebih salahnya lagi tempat umum yang merupakan sebuah kampus yang lagi ngadain tes masuk PTN. Gue lagi nganterin adek sepupu gue yang tes sedangkan gue nunggu di luar. Berhubung bosen, gue yang untungnya bawa laptop nonton deh nih film. Gue merasa saat itu adalah orang yang nggak waras sampe beberapa orang jelas ngeliatin gue karena gue nggak berhasil nahan ketawa. Pas udah selesai, gue langsung deh jaga image, meskipun gue sadar udah nggak ada lagi image yang bisa gue jaga karena nonton film ini.
Tapi film horror tetaplah film horror, mau gimana lucunya tetep aja ada adegan yang bikin gue kaget. Hantunya emang nggak serem, malah bisa dibilang cantik banget, agak-agak bule meskipun dengan gigi yang udah hitam. Tapi suasananya itu … gue bisa kaget karena tiba-tiba begini. Gue rasa orang penakut yang nggak suka film horror pun bakalan suka sama nih film. Temen gue yang penakut banget juga heboh pas nonton film ini saking lucunya. Bahkan gue hampir keselek liat Mario Maurer jadi bego minta ampun di film ini. Eniwei, jangan sekali-kali nonton film nggak waras ini di tempat umum. Catet!

Dan gue harap, nantinya Indonesia punya film-film yang lebih berkualitas. Yah memang udah banyak sih, tapi nantinya lebih banyak lagi. Dan gue harap lagi, salah satu sineas yang bisa bikin film bagus adalah gue sendiri. #Hahaha (ketawa kasual).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar